Artikel
Kegiatan tanaman toga dilingkungan Kebungson Oleh Mahasiswa KKN Kelompok 23 UMG
19 Maret 2024 09:36:44
Kelurahan Kebungson
96 Kali Dibaca
Kemasyarakatan
Kegiatan Mahasiswa-Mahasiswi KKN Kelompok 23 merupakan salah satu program yang dilaksanakan oleh Universitas Muhammadiyah Gresik. Program ini bertujuan untuk memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa dalam menerapkan ilmu yang telah dipelajari di kampus. Pada tahun 2024, kelompok ini memilih tema "Tanaman Obat" sebagai proker Prodi Farmasi.
Pada Jumat, 15 Maret 2024, kelompok mahasiswa-mahasiswi KKN Kelompok 23 melakukan kegiatan menanam tanaman obat bersama ibu-ibu di rumah mereka masing-masing. Kegiatan ini dilaksanakan di Jl. K. H. Kholil Gg. V Kelurahan Kebungson. Dalam kegiatan ini, mahasiswa-mahasiswi KKN Kelompok 23 berkolaborasi dengan ibu-ibu di lingkungan tersebut untuk memperkenalkan dan mengajarkan cara menanam tanaman obat yang bermanfaat bagi kesehatan.
Dalam kegiatan ini, kelompok mahasiswa-mahasiswi KKN Kelompok 23 menyediakan berbagai jenis bibit tanaman obat yang telah dipilih secara teliti. Bibit-bibit ini dipilih berdasarkan kualitas dan manfaatnya untuk kesehatan. Selain itu, kelompok ini juga memberikan penjelasan mengenai setiap jenis tanaman obat yang ditanam, mulai dari cara merawat, memanen, hingga penggunaannya dalam pengobatan Ujar Fahmi Ketua Kelompok KKN 23 UMG.
Kegiatan menanam tanaman obat ini dilakukan di halaman rumah ibu-ibu yang telah bersedia untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini. Setiap ibu-ibu diberikan kesempatan untuk memilih tanaman obat yang ingin mereka tanam di halaman rumah mereka. Mahasiswa-mahasiswi KKN Kelompok 23 kemudian memberikan bantuan dan panduan dalam proses penanaman, sehingga ibu-ibu dapat melakukannya dengan baik.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa-mahasiswi KKN Kelompok 23 juga memberikan penjelasan mengenai manfaat kesehatan dari setiap tanaman obat yang ditanam. Mereka menjelaskan bahwa tanaman obat memiliki kandungan alami yang dapat digunakan untuk mengobati berbagai penyakit ringan, seperti pilek, batuk, sakit kepala, dan sebagainya. Dengan menanam tanaman obat di halaman rumah, ibu-ibu dapat menghemat biaya pengobatan dan memanfaatkan tanaman obat secara alami.
Sementara itu Kepala Kelurahan Kebungson berharap agar kegiatan ini juga memberikan manfaat sosial bagi ibu-ibu yang berpartisipasi. Mereka dapat belajar dan berinteraksi dengan mahasiswa-mahasiswi KKN Kelompok 23, yang memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam bidang farmasi. Selain itu, kegiatan ini juga dapat mempererat hubungan antara mahasiswa-mahasiswi dan masyarakat sekitar, serta memberikan dampak positif bagi lingkungan.
Kegiatan menanam tanaman obat ini merupakan salah satu upaya untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya penggunaan tanaman obat dalam pengobatan. Dengan menanam dan merawat tanaman obat sendiri, masyarakat dapat memiliki akses yang lebih mudah dan murah terhadap pengobatan alami. Selain itu, kegiatan ini juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, karena tanaman obat merupakan salah satu sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa-mahasiswi KKN Kelompok 23 juga memberikan edukasi mengenai penggunaan tanaman obat yang aman dan efektif. Mereka memberikan penjelasan mengenai dosis penggunaan, cara pengolahan, dan efek samping yang mungkin terjadi. Hal ini penting untuk menghindari penggunaan tanaman obat yang tidak tepat dan berpotensi membahayakan kesehatan.
Kegiatan Mahasiswa-Mahasiswi KKN Kelompok 23 ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan menanam tanaman obat di rumah masing-masing, ibu-ibu dapat memperoleh manfaat kesehatan secara alami dan mengurangi ketergantungan pada obat-obatan kimia. Selain itu, kegiatan ini juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Dalam kesimpulan, kegiatan Mahasiswa-Mahasiswi KKN Kelompok 23 Tematik Universitas Muhammadiyah Gresik dalam menanam tanaman obat bersama ibu-ibu di rumah mereka masing-masing merupakan salah satu upaya untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya penggunaan tanaman obat dalam pengobatan. Kegiatan ini memberikan manfaat kesehatan, sosial, dan lingkungan yang positif. Diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan dan menjadi contoh bagi masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan.
RAPAT KOORDINASI KELOMPOK SADAR WISATA (POKDARWIS) KELURAHAN KEBUNGSON KECAMATAN GRESIK
PENYALURAN BANTUAN PANGAN BERAS DI KELURAHAN KEBUNGSON
Komunikasi Sosial di Wilayah Kelurahan Kebungson, Perkuat Sinergi dan Kepedulian Lingkungan Bersama Masyarakat
Sinergi Bidang Pendidikan dalam SPM Posyandu: Kelurahan Kebungson Perkuat Edukasi Masyarakat Bersama TP PKK
Perangkat dan Staf Kelurahan Kebungson Gelar Gerakan Jumat Bersih di Lingkungan
Rakor PKK Kebungson Perkuat Sinergi dengan Mahasiswa KKN UNAIR dan Dunia Usaha
Rapat Koordinasi Satlinmas Kelurahan Kebungson Bahas Optimalisasi Pos Bantuan Hukum
Kelurahan Kebungson Gresik Jalin Kemitraan Ini dengan ITATS (Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya )
Sebuah Impian Mengurangi Kemiskinan Extreme di Kelurahan Kebungson
Persyaratan Permohonan KIA
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1445 Mohon Maaf Lahir Dan Bathin
Diskon Pajak Daerah 80% Spesial HUT RI, Pemkab Gresik Beri Keringanan PBB dan BPHTB
Pecah / Pisah KK (Kartu Keluarga ) paket
Mengenal Ecoprint oleh Fitri Mariana (Pelaku Ekraf dibidang Eco Print di Kebungson Gresik)
Pelaksanaan Verifikasi Identitas Kependudukan Digital di Kelurahan Kebungson
Serah Terima PTSL Warga Kelurahan Kebungson, Program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL)
Giat SEBA BINTARA POLRI, Orientasi Lapangan Dan Pengenalan Problem Solving di Kelurahan Kebungson
Masyarakat Kebungson Meriahkan Hari Santri Nasional 2023 Mlaku Bareng Sarungan
Khotmil Quran Bin Nadhor, Rangkaian Rebo Awal Bulanan Akhir Tahun 2025 Nyai Ageng Pinatih
Pelindo Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis Lewat Program TJSL Pelindo Sehat di Gresik
Koordinasi Pelaksanaan Susenas (Survey Sosial Ekonomi Nasional) Dan Seruti

